Portal Opini Nasional & Suara Publik Independen

Kejahatan Terstruktur di Pemerintahan — Luka Lama yang Tak Kunjung Sembuh

politik-sosial
Anonim: Penulis Anonim • Agustus 13, 2025 • 2 menit baca • politik-sosial
Sponsor

Jakarta – Isu kejahatan terstruktur di pemerintahan bukan lagi sekadar desas-desus. Dari korupsi berjamaah, penggelapan dana publik, hingga manipulasi kebijakan, publik sudah terlalu sering disuguhi drama yang sama dengan pemain berbeda. Kejahatan ini bukan hanya soal individu yang “nakal”, tetapi sudah menjelma menjadi sistem yang rapi, terorganisir, dan sulit ditembus. Dari Meja Rapat ke Lembaran Anggaran Modus kejahatan di lingkaran…

IKLAN SPONSOR: https://msmparking.com/

Jakarta – Isu kejahatan terstruktur di pemerintahan bukan lagi sekadar desas-desus. Dari korupsi berjamaah, penggelapan dana publik, hingga manipulasi kebijakan, publik sudah terlalu sering disuguhi drama yang sama dengan pemain berbeda.

Kejahatan ini bukan hanya soal individu yang “nakal”, tetapi sudah menjelma menjadi sistem yang rapi, terorganisir, dan sulit ditembus.

Dari Meja Rapat ke Lembaran Anggaran
Modus kejahatan di lingkaran kekuasaan sering dimulai dari meja rapat tertutup.
Program pembangunan di atas kertas terlihat indah, tapi di baliknya ada pembengkakan anggaran, mark-up proyek, dan pengaturan pemenang tender.
Rakyat hanya kebagian “sisa-sisa” proyek yang kadang tak selesai tepat waktu, atau malah mangkrak total.

Peran Aparat dan Pejabat yang Saling Melindungi
Fenomena “saling sandera” antarpejabat membuat kasus besar jarang benar-benar tuntas.
Saksi takut berbicara karena khawatir kariernya hancur. Aparat penegak hukum pun kadang hanya “tegas di luar, lunak di dalam” ketika berhadapan dengan nama-nama besar.

Dampak ke Masyarakat
Kejahatan terstruktur ini merampas lebih dari sekadar uang negara. Ia mencuri masa depan:

Infrastruktur yang buruk karena korupsi proyek.

Pendidikan dan kesehatan yang tertinggal karena anggaran diselewengkan.

Rakyat kehilangan kepercayaan pada negara.

Mengapa Sulit Diberantas?
Ada tiga alasan utama:

Jaringan kuat: pelaku berada di berbagai level, dari staf teknis hingga elit politik.

Manipulasi regulasi: hukum bisa diatur agar melindungi pelaku.

Minimnya transparansi: data dan proses pengambilan keputusan disembunyikan dari publik.

Solusi yang Bukan Sekadar Wacana
Penguatan lembaga antikorupsi tanpa intervensi politik.

Keterbukaan data publik: rakyat bisa memantau anggaran dan proyek secara real-time.

Perlindungan saksi & whistleblower yang efektif, bukan sekadar di atas kertas.

Penutup
Kejahatan terstruktur di pemerintahan adalah penyakit kronis yang hanya bisa sembuh jika ada kemauan politik yang kuat, tekanan publik yang konsisten, dan sistem hukum yang benar-benar tegak.
Selama itu belum terjadi, rakyat hanya akan menjadi penonton di panggung sandiwara yang sama—yang tiketnya mereka bayar dari pajak sendiri.

413SHARES2.6kVIEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *