Portal Opini Nasional & Suara Publik Independen

Parkir Rumah Sakit Jadi Lahan Pungli, QRIS Tap Jadi Solusi Transparansi PAD

Berita
Anonim: Penulis Anonim • Agustus 22, 2025 • 3 menit baca • Berita
Sponsor

Parkir rumah sakit selama ini dikenal sebagai “zona abu-abu”: arus kendaraan tinggi, tarif tak seragam, dan setoran kerap bocor. Kasus RSUD Tangerang Selatan, misalnya, memperlihatkan lahan parkir dikuasai ormas sejak 2017 dengan potensi miliaran rupiah yang tak tercatat resmi. Setelah ditertibkan, pengelola mulai beralih ke sistem uang elektronik. Kisah serupa muncul di berbagai kota: Mataram mencatat potensi kebocoran PAD parkir…

IKLAN SPONSOR: https://msmparking.com/

Parkir rumah sakit selama ini dikenal sebagai “zona abu-abu”: arus kendaraan tinggi, tarif tak seragam, dan setoran kerap bocor. Kasus RSUD Tangerang Selatan, misalnya, memperlihatkan lahan parkir dikuasai ormas sejak 2017 dengan potensi miliaran rupiah yang tak tercatat resmi. Setelah ditertibkan, pengelola mulai beralih ke sistem uang elektronik.

Kisah serupa muncul di berbagai kota: Mataram mencatat potensi kebocoran PAD parkir lebih dari Rp1 miliar per tahun, sementara Cilegon tengah diselidiki kejaksaan karena setoran parkir pasar tak masuk kas daerah.

“Pembayaran parkir harus dilakukan nontunai. Kalau masih manual, praktik ilegal tak akan hilang,” tegas Jupiter, Ketua Pansus Perparkiran DPRD DKI. Ia menyebut sistem cashless sebagai satu-satunya jalan untuk meningkatkan PAD secara nyata.

QRIS Tap Jadi Andalan

Bank Indonesia sejak 2024 meluncurkan QRIS Tap berbasis NFC untuk transaksi cepat di transportasi, ritel, hingga parkir. Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta bahkan sempat mencoba langsung QRIS Tap di area parkir sebuah mal di Jakarta. “Sangat mudah, cepat, dan andal,” ujarnya.

Per Juni 2025, pengguna QRIS Tap telah menembus 47,8 juta dengan lebih dari 648 ribu merchant terdaftar. Angka itu mencerminkan kesiapan infrastruktur jika parkir rumah sakit dipaksa meninggalkan uang tunai.

Rumah Sakit: Antrean Berkurang, PAD Naik

Pengalaman di sejumlah RSU dan RSUD menunjukkan pola konsisten:

Antrean kendaraan turun hingga 50% berkat palang otomatis.

PAD meningkat rata-rata 25–35% dalam enam bulan pertama.

Keluhan pungli hilang, semua transaksi tercatat di dashboard digital.

MSM Parking Group, operator parkir nasional, menyebut model “manless, cashless, corruption-less” jadi standar baru. CEO Yoel Yusnarto menekankan pentingnya memberdayakan jukir resmi lewat pelatihan, bukan menghapus mereka. “Teknologi harus mengangkat manusia, bukan menggantikannya,” ujarnya.

Kendala Implementasi

Meski teknologi siap, implementasi kerap terganjal:

Investasi awal untuk perangkat dan palang otomatis.

Resistensi ormas/oknum yang terbiasa dengan setoran tunai.

Sosialisasi minim ke pengguna rumah sakit.

Studi di beberapa kota menyoroti e-parking bisa gagal bila tanpa pengawasan, audit data, dan dukungan aparat. Namun dengan kombinasi regulasi wajib cashless + penertiban lapangan, peluang sukses lebih besar.

📊 BOX DATA – Fakta Kunci

Kebocoran PAD Parkir

DKI Jakarta: potensi kebocoran 30–40% dari total retribusi

Mataram: Rp1 miliar/tahun tak tercatat resmi

Cilegon: kasus diselidiki kejaksaan terkait retribusi pasar

Adopsi QRIS Tap (Juni 2025)

Pengguna: 47,8 juta

Merchant: 648 ribu

Segmen: transportasi publik, ritel, parkir

Efek Cashless di RSU/RSUD

Antrean turun: hingga 50%

PAD naik: 25–35%

Pungli: hilang (0%)

📈 Grafik – Alur Setoran Tunai vs Cashless

(Teks visualisasi sederhana yang bisa dibuat grafik di portal)

SETORAN TUNAI
[Pengguna] → [Jukir] → (potensi pungli/kebocoran) → [Setoran sebagian] → [Kas Daerah]

SETORAN CASHLESS
[Pengguna] → [QRIS/Palang Otomatis] → [Dashboard Digital] → [Kas Daerah 100%]

Penutup

Parkir rumah sakit bukan lagi sekadar fasilitas, tetapi sumber PAD yang signifikan. Selama dikelola manual, celah pungli akan terus terbuka. Dengan adopsi QRIS Tap dan sistem cashless, ruang abu-abu itu mulai tertutup: setoran jelas, transparansi terjaga, dan layanan publik meningkat.

“Ini bukan sekadar soal parkir,” kata Jupiter. “Ini soal keadilan fiskal. Setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat harus kembali ke masyarakat.”

Butuh Palang Parkir Otomatis?
Kenali solusi MSM Parking untuk perumahan, mall, dan RSUD. Klik di sini.
835SHARES1.2kVIEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *