Portal Opini Nasional & Suara Publik Independen

Kebocoran PAD Parkir Capai 60%, MSM Parking Hadirkan Solusi Digital Transparan

Teknologi
Anonim: Penulis Anonim • Agustus 22, 2025 • 3 menit baca • Teknologi
Sponsor

Jakarta, 2025 – Retribusi parkir selama ini dikenal sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, fakta di lapangan menunjukkan kebocoran yang sangat besar: hingga 60% potensi PAD hilang akibat sistem karcis manual, pungli, dan praktik parkir liar. Fenomena ini bukan isapan jempol. Sejumlah laporan daerah, termasuk di Karimun, Bandung, hingga Jakarta, membuktikan bahwa sistem manual terlalu rentan dimanipulasi,…

IKLAN SPONSOR: https://msmparking.com/

Jakarta, 2025 – Retribusi parkir selama ini dikenal sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, fakta di lapangan menunjukkan kebocoran yang sangat besar: hingga 60% potensi PAD hilang akibat sistem karcis manual, pungli, dan praktik parkir liar.

Fenomena ini bukan isapan jempol. Sejumlah laporan daerah, termasuk di Karimun, Bandung, hingga Jakarta, membuktikan bahwa sistem manual terlalu rentan dimanipulasi, sehingga uang yang seharusnya masuk ke kas daerah justru lenyap di jalan.

💡 Digitalisasi: Jawaban dari MSM Parking Group

Di tengah kegelisahan ini, MSM Parking Group menawarkan solusi modern berbasis teknologi digital. Sistem yang mereka bawa mengusung dua prinsip utama:

Manless (tanpa petugas di gerbang) – semua transaksi tercatat otomatis, tanpa intervensi manual.

Cashless (non-tunai) – pembayaran via QRIS, e-money, RFID, atau kartu anggota, sehingga tak ada lagi kebocoran di loket.

Teknologi unggulannya, M-Gate, mengintegrasikan:

Barrier gate otomatis,

Kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition),

Sensor digital,

Dashboard monitoring real-time.

Artinya, pemerintah daerah bisa langsung memantau berapa rupiah yang masuk setiap menit tanpa takut dimanipulasi.

📊 Fakta Lapangan: Implementasi di Karimun

Tahun 2025, Pemkab Karimun menjadi pionir dengan menggandeng MSM Parking lewat MoU dan PKS resmi. Sebanyak 51 titik parkir on-street dan off-street di Tanjung Balai Karimun mulai dikelola dengan sistem digital.

Hasil awalnya menjanjikan:

PAD meningkat signifikan,

parkir liar berkurang,

juru parkir diberdayakan dengan seragam, pelatihan, dan jaminan kerja.

“Dengan sistem digital, kebocoran bisa ditekan drastis. Pemerintah daerah tidak perlu lagi pusing soal setoran yang hilang. Semua transparan,” tegas Yoel Liem Yusnarto, pendiri MSM Parking.

⚖️ Pro Kontra: Modernisasi vs Lapangan Kerja

Tak bisa dipungkiri, sebagian publik khawatir bahwa digitalisasi akan mematikan pekerjaan juru parkir tradisional. Namun MSM Parking menegaskan:

Mereka tidak menghapus jukir,

Justru memberdayakan dengan sistem resmi, pelatihan, dan insentif lebih jelas.

Dengan begitu, parkir menjadi profesi yang lebih profesional dan terhormat, bukan sekadar kerja serabutan.

🌍 Standar Internasional & Ekspansi Nasional

MSM Parking juga sudah meraih sertifikasi ISO 9001, ISO/IEC 27001, dan ISO/IEC 29100 yang menjamin mutu, keamanan informasi, serta privasi pengguna.

Kini mereka mengincar ekspansi nasional dengan target mengelola 50.000 slot parkir dalam tiga tahun ke depan—mulai dari mall, rumah sakit, kawasan wisata, hingga perumahan elit.

🚀 Penutup: Parkir Jadi Senjata Lawan Pungli

Kebocoran PAD parkir selama ini menjadi luka lama pemerintah daerah. Dengan hadirnya MSM Parking, setiap rupiah uang parkir bisa kembali ke kas daerah, bukan ke kantong oknum.

Era karcis manual sebentar lagi berakhir.
Era parkir digital, transparan, dan modern sudah dimulai.

Butuh Palang Parkir Otomatis?
Kenali solusi MSM Parking untuk perumahan, mall, dan RSUD. Klik di sini.
587SHARES2.9kVIEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *