Portal Opini Nasional & Suara Publik Independen

Aroma Tradisi: Ayam Panggang Khas Melayu Kembali Menggoda Lidah Pecinta Kuliner Nusantara

Budaya
Anonim: Penulis Anonim • Agustus 13, 2025 • 2 menit baca • Budaya
Sponsor

Tanjungpinang, 13 Agustus 2025 – Di tengah gempuran makanan cepat saji, kuliner tradisional kembali mencuri perhatian. Salah satunya adalah Ayam Panggang Khas Melayu, sajian legendaris yang memadukan rempah Nusantara dengan teknik panggang tradisional yang menghasilkan rasa autentik dan aroma menggoda. Hidangan ini dikenal luas di pesisir Sumatra, Kepulauan Riau, dan sebagian wilayah Malaysia, terutama sebagai menu utama saat acara adat…

IKLAN SPONSOR: https://msmparking.com/

Tanjungpinang, 13 Agustus 2025 – Di tengah gempuran makanan cepat saji, kuliner tradisional kembali mencuri perhatian. Salah satunya adalah Ayam Panggang Khas Melayu, sajian legendaris yang memadukan rempah Nusantara dengan teknik panggang tradisional yang menghasilkan rasa autentik dan aroma menggoda.

Hidangan ini dikenal luas di pesisir Sumatra, Kepulauan Riau, dan sebagian wilayah Malaysia, terutama sebagai menu utama saat acara adat dan kenduri. Proses memasaknya yang penuh kesabaran menjadi rahasia utama kenikmatannya.

“Rahasia ayam panggang Melayu itu ada di bumbunya yang kaya rempah dan proses memanggang perlahan, sehingga rasa meresap sampai ke tulang,” ujar Chef Sulaiman, juru masak yang telah 20 tahun melestarikan resep ini.

Rempah Pilihan dan Proses Memasak
Ayam Panggang Khas Melayu dibuat dari ayam kampung segar yang dimarinasi dengan air asam jawa dan garam, lalu dimasak bersama bumbu halus berisi bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas, kunyit, ketumbar, jintan, cabai merah, dan serai. Semua bahan ini ditumis hingga harum sebelum dicampur santan kental dan gula merah.

Setelah bumbu meresap, ayam dipanggang di atas bara arang atau oven hingga kulitnya berwarna keemasan dan sedikit karamelisasi, menciptakan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit pedas.

Cocok untuk Berbagai Acara
Masyarakat Melayu biasanya menyajikan hidangan ini saat hari raya, pesta pernikahan, atau jamuan tamu kehormatan. Aroma asap arang dan rempah yang semerbak membuat siapa pun sulit menolak godaannya.

“Kalau ada acara besar di kampung, pasti ada ayam panggang ini. Sudah seperti simbol sambutan hangat orang Melayu,” tutur Mak Jah, warga Tanjung Balai Karimun.

Potensi Wisata Kuliner
Seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman kuliner lokal, Ayam Panggang Khas Melayu dinilai berpotensi menjadi ikon wisata gastronomi di wilayah pesisir. Beberapa rumah makan di Kepulauan Riau bahkan mulai menawarkan paket “Kelas Memasak Ayam Panggang Melayu” untuk menarik turis mancanegara.

Dengan cita rasa yang otentik, proses memasak yang sarat nilai budaya, dan penyajian yang menggugah selera, Ayam Panggang Khas Melayu terbukti bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan kuliner yang layak dijaga dan diperkenalkan ke dunia.

830SHARES5.3kVIEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *