Portal Opini Nasional & Suara Publik Independen

Wa Ode Herlina Soroti Pentingnya Cashless Parking untuk Tingkatkan PAD dan Tekan Parkir Liar

Berita
Anonim: Penulis Anonim • August 21, 2025 • 4 menit baca • Berita
Sponsor

Jakarta, Gesuri.id – Anggota DPRD Jakarta, Wa Ode Herlina, menegaskan penerapan sistem parkir nontunai atau cashless merupakan keniscayaan bagi daerah yang ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan praktik liar di lapangan. Menurutnya, perubahan sistem parkir saat ini bukan hanya menyangkut soal pengelolaan lahan, tetapi sudah menjadi persoalan sistemik yang membutuhkan penataan berbasis teknologi. “Parkir bukan lagi soal lahan,…

IKLAN SPONSOR: https://msmparking.com/

Jakarta, Gesuri.id – Anggota DPRD Jakarta, Wa Ode Herlina, menegaskan penerapan sistem parkir nontunai atau cashless merupakan keniscayaan bagi daerah yang ingin meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan praktik liar di lapangan.

Menurutnya, perubahan sistem parkir saat ini bukan hanya menyangkut soal pengelolaan lahan, tetapi sudah menjadi persoalan sistemik yang membutuhkan penataan berbasis teknologi.

“Parkir bukan lagi soal lahan, tapi soal sistem. Kita butuh ekosistem yang tertib dan tersistem. Cashless adalah jawabannya,” kata Wa Ode Herlina, dikutip pada Rabu (30/7/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tren percepatan digitalisasi sistem parkir di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari agenda nasional membangun ekosistem smart city.

Salah satu pelopor utama dalam implementasi sistem ini adalah PT MSM Parking Group, perusahaan teknologi parkir yang telah menangani sejumlah proyek strategis di wilayah seperti Kepulauan Riau dan Jawa Barat.

Sistem digital parking yang diterapkan mencakup penggunaan QRIS, RFID, aplikasi mobile, hingga teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang memungkinkan transaksi parkir dilakukan secara otomatis dan tercatat secara real-time dalam sistem digital yang terintegrasi.

Inovasi ini diyakini mampu meningkatkan transparansi, mengurangi kebocoran retribusi, dan mendongkrak PAD secara signifikan.

– Seiring dengan semakin gencarnya wacana digitalisasi layanan publik, sistem parkir menjadi salah satu sektor yang kini disorot banyak pihak. Anggota DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, baru-baru ini menekankan pentingnya penerapan cashless parking sebagai cara efektif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menekan praktik parkir liar.

Di tengah momentum tersebut, PT MSM Tiga Matra Satria (MSM Parking Group) tampil sebagai salah satu pelaku industri yang paling serius membangun ekosistem parkir digital di Indonesia.

Dari Parkir Konvensional ke Sistem Digital

Direktur Utama PT MSM, Yopi, menjelaskan bahwa praktik parkir manual yang selama ini bergantung pada petugas di lapangan terbukti rawan kebocoran. Karena itu, perusahaan menghadirkan solusi smart parking dengan integrasi teknologi:

Palang otomatis (M-Gate)

Pembayaran cashless (QRIS, e-money, kartu member)

Kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition)

Dashboard monitoring real-time

“Dengan sistem ini, retribusi parkir masuk langsung ke kas daerah secara transparan. Kami ingin membantu daerah mengurangi potensi pungli, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Yopi.

Bukti di Lapangan: PAD Naik Signifikan

Salah satu contoh nyata adalah implementasi parkir digital di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Sebelum digitalisasi, PAD parkir hanya sekitar Rp 20 juta per bulan. Setelah MSM Parking bekerja sama dengan Dinas Perhubungan setempat, angka itu melonjak berlipat hingga ratusan juta rupiah per tahun.

Capaian ini selaras dengan arahan DPRD yang mendorong digitalisasi sebagai solusi untuk menutup celah kebocoran dan mengurangi praktik parkir liar.

Mendukung Konsep Smart City

Tak hanya soal pendapatan daerah, MSM Parking juga menekankan peran teknologi parkir dalam mendukung konsep smart city. Sistem digital yang terintegrasi memudahkan pengguna, mulai dari mall, pasar tradisional, rumah sakit, hingga kawasan industri.

“Parkir adalah wajah pertama sebuah kota. Jika tertib, modern, dan transparan, maka citra daerah pun ikut terangkat,” ujar Yoel Liem, selaku Founder MSM Parking Group.

Solusi untuk Pemerintah dan Swasta

Selain menggandeng pemerintah daerah melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Swasta (KPS) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS), MSM Parking juga membuka layanan untuk pihak swasta. Saat ini, perusahaan menangani parkir di kawasan komersial, perumahan, hingga area wisata dengan konsep Net Profit Sharing yang adil dan transparan.

Menuju 50 Ribu Slot Parkir Terkendali

Ke depan, PT MSM Tiga Matra Satria menargetkan pengelolaan 50 ribu slot parkir baru dalam tiga tahun ke depan. Ekspansi ini akan difokuskan pada kota-kota besar di Jawa, Sumatera, hingga Bali, dengan mengusung tagline:

“Smart Parking Solution for Smart Cities.”

Ringkasan
Poin Utama Keterangan
Isu Utama Parkir manual rawan kebocoran, perlu digitalisasi
Solusi MSM M-Gate, QRIS, ANPR, dashboard real-time
Studi Kasus Karimun – PAD naik signifikan pasca digitalisasi
Manfaat untuk Daerah Transparansi, peningkatan PAD, tertib retribusi
Target MSM 50 ribu slot parkir baru dalam 3 tahun

👉 Artikel ini sudah siap dipublikasikan sebagai berita soft selling di media mainstream, sekaligus mengangkat nama PT MSM Tiga Matra Satria sebagai solusi modern parkir di Indonesia.

Butuh Palang Parkir Otomatis?
Kenali solusi MSM Parking untuk perumahan, mall, dan RSUD. Klik di sini.
674SHARES5.6kVIEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *